Bab 7

1805 Kata
Usai adegan ciuman pipi tersebut, Cylvi merasa malu untuk bertatapan mata dengan Gaara. Ia bahkan memilih beranjak pergi bersama Ananda tanpa mengucapkan sepatah kata apapun pada Gaara, mengabaikan beberapa teman Gaara yang mulai bersorak menggodanya. Wajahnya ikut memanas malu dan kesal saat ia mendengar ledekan-ledekan yang dilontarkan teman-teman cowok itu. "Ehem... ehem...” Cylvi tak menghiraukan deheman paksa itu, ia berjalan lurus melewati jalan yang sepi menuju rumah Ananda. “Cyl, gue gak tau kalo lo sama Gaara ternyata udah sedeket ini,” goda Ananda sembari mengejar langkah kaki Cylvi. “Kunci mobil lo mana?” tanya Cylvi dengan ekspresi jengkel yang kentara. “Gue aja yang nyetir,” lanjutnya menerima kunci yang dilempar Ananda. “Lo belom jawab gue,” tukas Ananda memilik menduduki dirinya di sebelah Cylvi. “Pertanyaan lo yang mana?” Cylvi memutar stir mobilnya dengan cepat, ia tak mengubris u*****n yang dilayangkan Ananda kala merasa ketua genknya tersebut menjelma menjadi Valentino Rossi. “Heh! Mau mati ya lo? Kalo mau mati, jangan ajak-ajak gue. Gue belom nikah ini,” teriak Ananda cemas bercampur takut dibawa ke alam lain bersama Cylvi. “Pelanin dikit, Cyl!” “Mereka udah sampe ke Garden Sweet...” Cylvi meningkatkan kecepatan mobilnya, “lo mau mereka ceramahin kita?” lanjutnya tak peduli, malah semakin mempercepat laju mobilnya. Ananda mengerutkan dahinya emosi. “Mau mereka ceramah, mau jungkir balik, mau naik haji ya terserah mereka...” Ia mengepal tangannya takut saat Cylvi membelokkan mobilnya tanpa menurunkan kecepatan mobilnya. “Yang penting stop bawa laju-laju. Gue belom siap ketemu Tuhan... masih banyak dosa yang belom gue bayar, masih kasbon semua ini.” Cylvi terkekeh puas menatap raut wajah Ananda yang memucat, ia lalu melebarkan tawanya saat gadis di sebelahnya itu mendeliknya kesal dan mendiaminya. Keadaan seperti itu bertahan hingga mereka tiba di tempat tujuan. “Lo apa-apaan sih, Cyl? Lo udah gila ya?” semprot Ananda sembari turun dari mobilnya, kepalanya pusing. “Kalo mau menggila, jangan ngajak-ngajak tau!” Cylvi menyeringai arogan. “Apanya yang gila? Gue kan ngetes kecepatan mobil lo maksimalnya sampe berapa kilometer.” Ia dengan enteng berjalan meninggalkan Ananda yang melongo. “Eh, tungguin gue, onta!” Setelah memasuki ruangan Garden Sweet, Cylvi dan Ananda bisa menangkap sileut anggota Kingnezs yang ternyata telah sampai terlebih dahulu. Mereka bahkan sudah memesan minuman dan makanan, terlihat dari banyaknya makanan di atas meja mereka. Mita dan Salsa memancarkan aura negatif yang menyeramkan, sementara Vina, Anna dan Siska hanya menghela napas lelah. “Kok kalian lama banget sih?” tanya Salsa tanpa menutupi nada jengkel. “Tau tuh, gara-gara si Cylvi,” jawab Ananda lalu duduk di sebelah Mita. “Kok gue?” tukas Cylvi tak terima disalahkan. “Tadi gue udah mau ngebut ngejar ke sini, lo nyuruh pelanin,”  lanjutnya membuat alasan logis. “Gara-gara lo nyempetin diri buat dicium Gaara dulu, kita jadi telat.” Ananda tak memedulikan tatapan menusuk dari Cylvi, ia memilih menjawab tatapan bertanya dari yang lainnya. “Cylvi tadi sempat dicium sama Gaara dulu.” “Seriusan, Cyl?” Mita membelalakkan matanya kaget. “Kok bisa?” “Bisalah. Ya sayangnya bukan ciuman di bibir,” goda Ananda yang diikuti kekehan teman-temannya. “Dan gak sempet gue foto.” Cylvi mendengkus kecil menyadari teman-temannya siap mencercolnya dengan berbagai pertanyaan seputar cowok yang mendadak menjadi pacarnya itu. "Gue juga gak tau kali, kenapa tuh anak main nyium-nyium aja," protesnya muram. "Tapi lo seneng kan? Dalam hati lo pasti kecewa, kenapa Gaara gak nyium bibir lo," goda Ananda lagi memancing Cylvi untuk marah. Cylvi memandang penuh intimidasi ke arah Ananda yang justru memamerkan senyuman konyol khasnya. Ia tak takut jika Cylvi menyemburkan amarahnya, toh ada teman-temannya yang bisa melindunginya jika Cylvi meledak marah. "Gila ya lo!" bentaknya dongkol maksimal. "Gila karna Gaara? Gak kok gue,” ledek Ananda main-main. "Terserah." Cylvi merajuk, membiarkan teman-temannya menertawainya. "Ya elah Cyl, kalian juga udah pacaran kan? Ya wajar dong kalo dia cium lo,” kata Mita setengah mengejek. “Lo sih gak ada pengalaman pacaran, jadi kikuk kan lo." "Ye, si monyet gampang banget ya lo ngomong." Cylvi menolehkan kepalanya ke arah jendela luar. "Ngambek ya lo?" Salsa ikut mengerjai Cylvi. "Terserah." Cylvi memasukkan sepotong kue keju ke dalam mulutnya. "Tapi nih ya... yang gue sayangkan dari tadi itu kenapa cuma di pipi doang. Kalo di bibir kan lumayan, berasa nonton live drakor gue tadi," ucap Ananda yang kembali mendapat pelototan gratis dari Cylvi. "Elah, gue kira juga di bibir. Kan gue udah mau bikin party pelepasan first kiss lo sama Gaara, Cyl," sambar Siska ikut-ikutan. Cylvi hanya diam tak mau mengomentari apa-apa. Ia tak ingin semakin diejek jika salah berbicara, lebih baik ia memakan kue yang sudah tersedia di depan matanya. "Tapi nih ya Cyl, ada yang bikin gue super duper bingung. Kok lo bisa beneran jadian sama Gaara sih?" tanya Salsa diikuti anggukan kepala dari yang lain, mereka juga tak tahu bagaimana jalannya hubungan ketua mereka. "Gue juga gak tau kali kenapa jadinya kayak gini," keluh Cylvi pelan, ia kesal dengan tingkah laku Gaara dan genk cowok itu yang seenaknya. "Dia naksir sama lo kali, Cyl?" Anna mengeluarkan pendapatnya setelah hanya diam mendengarkan mereka bercerita. "Gak mungkin deh kayaknya." Cylvi mengaruk kepalanya yang tidak gatal. “Orang gue sama dia gak pernah ngomong sebelumnya,” lanjutnya membantah. "Elah Cyl, tinggal ngajakin ngomong aja... kagak susah,” lontar Siska dengan mudah. "Hmm." Cylvi memejamkan matanya. “Nggak,” tolaknya tegas. "Oii oii. Mumpung si Cyl udah beneran jadian sama Gaara... Cyl, lo mesti traktirin kita-kita,” ujar Ananda tiba-tiba mengalihkan pembicaraan yang mulai buntu. Cylvi membulatkan matanya, menampakkan semua protes yang dari tadi menghimpitnya. "Idih, gue gak ngerasa lagi pacaran sama dia ya,” tegas Cylvi. “Lagian kapan gue bilang mau sama dia? Dia sendiri yang bikin gosip kalo gue sama dia pacaran." "Tapi lo kan udah keluar bareng dia plus dicium lagi," kata Anna cepat. Cylvi semakin marah. "Dia yang tiba-tiba dateng di rumah gue terus main nyosor kayak bebek." "Kita kagak mau tau." Cylvi yang sedang malas argumen itu akhirnya hanya bisa pasrah dan menerima semua ‘tuduhan’ yang dilayangkan kepadanya.     Drrtt... drttt... Ponsel milik Cylvi bergetar pelan, ia segera bergerak merogoh ponsel yang ia taruh di dalam tasnya. Nama yang tertera di layarnya itu sontak membuatnya menghela napas berat. Gaara Alvaro is calling... "Eh, doi lo udah telpon aja," ejek Salsa yang duduk di samping Cylvi. Ia bisa melihat dengan jelas nama orang yang menghubungi ponsel Cylvi. “Baru juga setengah jam lo di sini, udah dicariin sama Gaara.” "Angkat dong, Cyl," sahut Anna menyelipkan nada jahil. "Iya nih, Cyl. Masa lo kacangin," sambung Vina sesekali memasukkan kue yang ia pesan ke dalam mulut. Cylvi akhirnya mengangkat telepon dari ‘pacar’nya itu dengan berat hati. Ia sebenarnya amat sangat malas mendengar suara Gaara sekarang. "Halo?" Cylvi menahan nada suaranya agar tetap pelan. "Lo lagi di mana?" Terdengar suara bising di sekitar tempat Gaara menghubunginya, sepertinya cowok itu belum beranjak dari rumah Johan. "Lagi bareng temen gue. Kenapa?" Cylvi tak menanggapi tatapan-tatapan menggoda dari teman-temannya "Telepon gue kalo lo udah mau balik, gue jemput." Suara Gaara terdengar sedikit gusar. "Gak perlu. Gue bisa ikut Ananda," tolak Cylvi yang dibalas dengkusan lirih, teman-temannya melemparkan senyuman penuh makna ke arahnya. "Gue jemput." "Tapi—" "Telpon gue nanti." Gaara mematikan sambungan telepon tersebut tanpa menunggu Cylvi membalas perkataannya. Cylvi memandang tak percaya ke arah layar ponselnya yang masih menyala, mengumpat dalam hati mengenai cowok itu selalu seenaknya. "Kenapa, Cyl?" tanya Salsa kepo, berpura-pura tak mengerti keadaan. "Dia mau jemput nanti. Dasar pemaksa," cibir Cylvi memasang wajah masam. "So sweet banget sih si Gaara. Baru sadar gue." Vina menopang dagunya di atas meja. “Kayaknya yang dingin-dingin gitu sebenernya sweet ya orangnya.” "Sama. Gue kira dia bakal cuek banget ke Cylvi," lanjut Anna terkekeh ringan. "Perfect banget dah cowok lo, Cyl." Lagi. Cylvi merasa lelah. Cowok itu sangat menyebalkan, ia tak menyukainya. Lihat saja nanti, Cylvi akan membuat cowok itu menyesal karena sudah berurusan dengannya.   Gaara memandang malas ke arah teman-temannya yang sejak tadi tak berhenti menatapnya dengan tatapan liar. Ia mendesis sebal saat tak seorang pun dari mereka yang mengatakan maksud mereka memberikan tatapan seperti ini. "Eh, Gaar. Lo sama Cylvi serius nggak sih? Kok lo berdua kayak gak beneran pacaran," tanya Gilang akhirnya. "Hm." Gaara bergumam tak jelas. "Si Gaara udah berani nyium Cylvi berarti udah serius," ujar Jacky asal menyimpulkan. Riko yang menyadari kedatangan anak-anak Kingnezs ke kantin seraya menyuruh Gilang untuk tidak bertanya terlebih dahulu mengenai ketua genk Kingnezs itu. "Anjir Nan. Lo liat nggak mukanya si bebek tadi? Kasian banget. Gini sih si Cylvi bakal langsung cabut ke sana," kata Vina sambil tertawa kecil. "Apa ya kata nanti kalo udah di sana?" tanya Ananda menyeringai s***s. Obrolan itu terdengar sekilas saat Ananda dan Vina berjalan melewati meja Gaara dan anggota Tinders lainnya. Mereka sibuk menonton sesuatu di ponsel sehingga tidak menyadari keberadaan Tinders di kantin. "Cylvi palingan bakal ikut turun tangan, paling nggak satu atau dua tulang lah yang patah." Tak lama setelahnya, muncul Cylvi dan Salsa yang terlihat tergesa-gesa. Cylvi sebenarnya tahu keberadaan Gaara di kantin, hanya saja ia mencoba untuk tidak mengacuhkan cowok itu. Ia masih marah dengan Gaara yang seenaknya mencium pipinya. "Cyl!" panggil Vina yang dibalas dengan tatapan mata malas khas Cylvi. "Lo liat deh," ujar Ananda sambil melempar ponselnya ke arah Cylvi. Cylvi yang baru sampai di meja Gilang dan teman-temannya terpaksa berhenti untuk menyambut ponsel yang dilempar tersebut, padahal jarak meja Ananda dan Gilang hanya berselisih dua meja. "Ke sana sekarang," kata Cylvi begitu selesai menonton sesuatu di layar ponsel itu. Ia sudah memutar arahnya menuju parkiran sekolah. “Urgent!” "Urgent!" kata Salsa menyusul Cylvi yang berjalan-berlari di depannya. "Jadi kita ditinggalin nih?" tanya Vina sambil teriak. Ia segera berlari mengikuti Salsa dan Cylvi. "Hp gue, Cyl!" kata Ananda dengan muka memelas. Tak lama setelahnya, sebuah ponsel melayang dan mendarat indah di dalam mangkuk yang berisi bakso. "Eh, lo lempar-lempar juga liat sikon dong. Gak liat arah banget sih lo, Cyl?" maki Ananda dengan raut murka. "Itu kalo lagi main basket udah masuk three point tau," sahut Salsa mengejek. "Udah deh. Lo bisa beli lagi kali, Nan," ucap Vina menenangkan. "Iya deh iya. Cyl, lo mesti beliin gue yang ada gambar apel ya. Kagak mau tau gue." Ananda menepuk kuat punggung Cylvi. "Hm." Cylvi, Salsa, Vina dan Ananda pun pergi meninggalkan kantin dengan sedikit heboh. Mereka tidak mengetahui jika sedari tadi sekumpulan cowok yang duduk di samping Cylvi itu penasaran dengan apa yang mereka bahas. "Mereka mau ke mana sih?" Gilang mulai membuka suara. "Mana gue tau. Kayaknya ada yang lagi seru deh," ucap Riko mencoba menyampaikan kesimpulannya. "Lo liat tadi si Cylvi langsung muter arah pas liat hpnya si Ananda," sambung Jacky. "Gaar, tanyain tuh cewek lo mau ke mana. Kayaknya ada yang something wrong deh," ujar Gilang kelewat santai. "Hm," respons Gaara. Ia sendiri juga penasaran dengan apa yang ingin Cylvi kejar. Gadis itu terlihat terburu-buru dan mengabaikan sekitarnya, ia bahkan menyetir dengan cepat. From: Gaara Alvaro Lo mau ke mana? Bales. "Gue sebenernya pengin tau sama penasaran aja sih, si Cylvi kok kayaknya punya sesuatu yang bermasalah ya?" kata Gilang seolah-olah sedang melakukan investigasi. "Maksud lo?" respons Gaara cepat. "Lo tau kan dia itu suka banget bikin masalah di sekolah, terus ngebully orang biarpun gak sering dan ditambah lagi dia itu ketuanya Kingnezs. Tapi kok rasanya ada yang beda? Ada yang disembunyikan." Gilang berusaha memikirkan sesuatu. "Kalo lo denger dari pembicaraan Vina sama Ananda tadi kayaknya ada yang lagi dibully deh," sambung Johan. "Lo denger kan tadi komentar Vina sama Ananda? Tentang mukanya si bebek? Tapi kok dari mukanya si Cylvi gak nunjukin kalo si bebek yang mereka maksud itu lucu dan korban bully yang bisa ditawain?" ujar Jacky seolah mendapati sesuatu yang salah. "Iya. Dia malah terburu-buru tadi. Cylvi kayaknya nyimpen sesuatu yang gak beres deh, Gaar," ucap Riko. Apa yang lo sembunyiin, Cyl?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN