Di dalam perjalanan menuju lobby. Jovanka membawa tas ranselnya dan sebuah bungkusan berisi gaun yang telah dibeli oleh bosnya. Jovanka berniat mengembalikannya saja. David sudah berdiri di dekat pintu, menunggu kehadiran karyawannya. Ketukan kaki Jovanka membuatnya menoleh. David seakan telah mengenal langkah dan suaranya. Jovanka tidak terlalu menatapnya, memilih memandang ke arah pintu. Namun, tiba-tiba saja Jovanka melihat seorang pria yang dirasanya kenal. Sekilas, ingatannya mengarah pada foto yang ada di meja kerja Ayana. "Damian?" ucapnya pelan. Jovanka berhenti di samping David, matanya masih terpaku pada Damian. Dia kekasih Ayana. Aku yakin, Ayana merasa sakit hati karena ulahnya hingga dia bunuh diri, Earl pernah cerita tentangnya, ujarnya dalam hati. Damian membalas tatapann

