Sesampainya di rumah. David ikut turun dan mengantarkan Ayana ke dalam. Wanita itu tidak mau bosnya membuntuti dirinya. "Pak, saya bisa sendiri." "Tapi aku tidak akan bisa tenang kalau aku belum melihat kau selamat sampai ke rumah." "Hihi, bapak jangan berlebihan." "Ayana, Earl memintaku menjagamu." "Oke, sampai di depan pintu saja ya." David mengangguk. Ayana pun berjalan lebih dulu ke arah lift. Mereka tiba dan berbelok ke kiri. Saat sudah berada di depan pintu, Ayana tersenyum singkat. Mencari kuncinya. "Eh, kenapa kuncinya tidak ada?" David tersenyum. "Karena Earl memberikannya padaku." Pria itu langsung mengambil dari kantung dan membuka pintunya. "Sudah, masuklah," pintanya. "Terima kasih sudah mengantar saya." "Ini makan siangmu." David memberikan sebungkus padanya dan se

