Wajahnya murung, tidak bersemangat menjalani pekerjaan hari ini. Dia hanya mengerjakan seperlunya dan bicara sesingkatnya. Sampai semua pertemuan selesai, David pun permisi sebentar untuk menghubungi seseorang. Jovanka sibuk dengan gawainya, mencari informasi tentang kiat-kiat mengembalikan jiwa yang tertukar. Berbagai situs dikunjunginya, tetapi tetap saja tidak ditemukan. "Serius ini membuatku pusing, aku harus kembali dan menutup pintu pertukaran. Enak saja dia bersama suamiku. Dia harus hadapi hidupnya sendiri bersama David dan pria lainnya. Kenapa harus suamiku?" gerutunya kesal. David tiba-tiba ada di sampingnya dan membuat Jovanka kaget. Pria itu mengajaknya pergi dengan paksa. "Mau ke mana lagi, Pak?" tanya Jovanka. "Ke sebuah tempat yang belum pernah kau kunjungi." "Ada kait

