Calvin dan Ayana turun sama-sama dari lantai dua. Saling merangkul kemudian kepergok ciuman oleh mamanya. Ciih! mereka ini, Sebentar marahan, sebentar baikan. Paling si Jovanka merayu putraku biar dia tidak keluar dari rumah ini. Mana mungkin dia macam-macam, mamanya bisa sesak nafas karena tidak akan dapat uang bulanan lagi, gerutu Thalia dalam hati menanggapi pemandangan indah pagi ini. "Selamat pagi, Ma!" sapa Ayana ramah dengan senyuman. Iih, senyum dia? Apa amnesia lagi? Thalia tertawa kaku menyahut sapaan itu. "Pagi, Ma!" sapa putranya. "Pagi Calvin!" sahutannya hanya untuk pria itu, bukan istrinya, tapi Ayana tidak peduli. Dia tetap baik saja dengan mamanya Calvin. “Mama mau ke mana?” tanya Ayana. “Olahraga.” “Oh,” sahutnya kemudian tersenyum lebar. “Semangat, Ma!” lanjutny

