Pagi ini waktunya memanen apel di kebun! Ayana ingin sekali ikut dengan Calvin untuk melihat dan merasakan sensasi memetik buah langsung dari pohonnya. Tentu pria itu memberikan izin. Mereka pergi dengan mobil yang biasa digunakan di lapangan golf. Calvin mengendarainya sendiri sampai ke tempat yang dituju. Begitu luas kebunnya. Tempat ini bukan di belakang rumahnya melainkan sebuah lahan yang telah dirawat berpuluh tahun untuk menanam buah apel dan buah lainnya sesuai dengan tatanan yang direncanakan oleh Calvin dan keluarganya. “Wah, aku belum pernah melihat kebun sebagus ini,” ucapnya. “Kamu suka?” “Mmh, aku sangat suka,” jawabnya dengan ekspresi bahagia. Senyumnya terukir tinggi hingga giginya terlihat semua. Calvin menghentikan mobilnya di dekat jembatan. Ternyata di tengah kebun

