Setelah proses penandatanganan, Rossie pamit lebih dulu karena mau ke luar negeri. Penerbangan terakhir malam ini menjadi jadwalnya yang tak bisa ditunda. "Aku akan mengantarmu," kata Nuke. "Tidak perlu, aku diantar supir. Dia menunggu di mobil." "Oke, hati-hati dan semangat ya!" kata Nuke. Rossie memeluknya kemudian mencium tunangannya itu. "Ayana, kau pulang naik apa?" tanyanya pada Jovanka. "Ahaha, saya naik taksi aja." "Oh, begitu. Baiklah, aku duluan ya!" "Iya, Nona," sahut Jovanka tersenyum lebar, menjaga jarak dengan Nuke. Rossie pun beranjak dari rumah itu kemudian Nuke langsung menarik Jovanka ke dalam. "Lepasin aku!" erang Jovanka. "Kau pasti percaya pada bualannya." "Haha, dia jujur - aku tidak akan tertipu padamu lagi. Sebenarnya kau cukup katakan semua apa adanya,

