Satya terkejut ketika tak menemukan sosok Aiyana di dalam ruang mediasi, ia hanya menemukan mediator dan Agam, pria yang sama sekali tak diharapkan oleh Satya untuk bertemu. “Di mana Aiyana?” Jelas sekali terdengar kekesalan dalam suara Satya yang menggema di seluruh ruangan. Agam menghela nafasnya, ia menatap Satya dan memintanya untuk duduk terlebih dahulu. “Klien saya tidak bisa menghadiri pertemuan hari ini karena memiliki urusan mendesak.” “Apa urusan yang lebih mendesak daripada perceraian kami?!” Satya benar-benar kehilangan kesabarannya. Semua kesabaran yang ia miliki benar-benar terkikis mulai dirinya melihat kebersamaan Aiyana dan Agam menjenguk kakeknya, Satya tak mengerti mengapa Aiyana malah meminta Agam untuk pergi bersamanya alih-alih pergi sendiri? Lalu, di kantor me

