32 – Langkah Pertama

1789 Kata

Satu-satunya sumber mata pencaharian Aiyana musnah seketika, hanya dengan satu kedipan mata, butik yang dulu menjadi tempatnya bergantung kini sudah berpindah tangan menjadi milik orang lain—Bukan butiknya, hanya Aiyana harus menjual ruko yang dia tempati untuk mengganti rugi. Perusahaan yang melayangkan tuduhan padanya meminta ganti rugi sebesar enam ratus juta. Aiyana tak memiliki pilihan lain, daripada kasus tersebut jatuh ke meja hijau maka dirinya mungkin akan kehilangan lebih banyak, lebih dari sekedar enam ratus juta. Apalagi bukti jelas sekali mengarah padanya. Di hadapan dua pegawainya, Aiyana kehilangan kata-katanya. Sungguh dia tidak tahu harus berkata apa sekarang. Dua orang itu telah menggantungkan hidup padanya sejak tiga tahun terakhir, sekarang Aiyana harus memberhentikan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN