Langkah Aiyana tertatih mengekor di belakang Agam, pria itu berjalan dengan cepat meski terkesan santai, hanya saja langkahnya panjang, sementara Aiyana memiliki kaki yang pendek harus berjuang mengikuti langkah Agam. Ada kalanya Aiyana menyesal karena memilih magang di kantor hukum tempat Satya bekerja. Bukannya bertemu dengan Satya, ia malah ditempatkan tepat di bawah Agam, sehingga ke mana Agam pergi ia harus ikut. Sementara Satya … usut punya usut ternyata suaminya itu sedang ke luar negeri sejak beberapa bulan yang lalu untuk mengurus keperluan firma mereka. “Argh.” Aiyana memekik pelan saat hidungnya bertubrukan dengan punggung keras milik Agam. “Kamu baik-baik aja?” Agam yang merasakan tubrukan di punggungnya itu segera berbalik dan memeriksa keadaan Aiyana, dilihatnya gadis itu

