SATYA “Selamat siang Aiyana, kebetulan sekali.” Rasanya aku ingin menyumpal mulutku yang bodoh ini, bagaimana mungkin aku bisa mengatakan kebohongan yang paling konyol ini di depan Aiyana. Kebetulan? Hahaha, hanya orang polos atau bodoh yang mempercayai ucapanku ini. Tidak ada kebetulan sama sekali, bahkan aku tak percaya ada kebetulan di dunia ini. Semua yang berlaku di dunia ini, apapun kejadiannya, itu bukan kebetulan. Selalu ada alasan mengapa kejadian-kejadian itu terjadi. Bahkan Aiyana, istriku yang polos itu saja mempertanyakan ucapanku hanya dengan raut wajahnya. Dia pasti sedang ragu dengan semua omong kosongku siang ini. Aku sendiri sangat menyesal karena begitu gegabah dan masuk ke dalam café ini. Harusnya aku tetap berada dalam mobilku dan mengawasinya dari jauh. Hanya sa

