42 – Keputusan

1207 Kata

Gelas di depan Aiyana telah kosong meski baru saja diantarkan oleh seorang waitress padanya. Debaran jantung Aiyana begitu kencang menanti di dalam café. Begitu gugup sampai Aiyana meremas-remas jemari tangannya dan tak berhenti memandang ke arah pintu masuk café. Setiap kali ada orang yang masuk, maka ia akan segera menatapnya, memicingkan matanya untuk memastikan siapa gerangan yang masuk. Sampai penantiannya berakhir ketika ia melihat sosok yang ia tunggu membuka pintu, Aiyana berpura-pura menyedot kembali cairan di dalam gelasnya yang kosong, tak ingin terlihat gugup meski saat ini jantungnya sudah berdebar-debar sangat kencang. “Hallo, Aiyana ….” Sapaan itu membuat tubuh Aiyana merinding dan seluruh bulu di tubuhnya meremang. Aiyana tak habis pikir, ada orang yang bisa bersuara m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN