Daniel menatap santai wanita angkuh di hadapannya. Tatapannya yang mempesona membuat beberapa wanita di sekeliling mereka tak segan mengumbar senyum padanya. Namun, tidak dengan Olena. "I don't have much time just to see your ugly face, Daniel." Daniel terkekeh pelan, "Aku jauh-jauh ke Paris mendatangimu dan kini kau berniat mengusirku?" Olena menghela napas pelan. Mencoba bersabar untuk menghadapi laki-laki yang selalu mengganggunya sejak dulu. Ya, katakan saja mereka teman masa kecil. Tapi, Olena tak pernah sekalipun menganggap Daniel temannya. "Apa yang membuatmu tiba-tiba muncul dihadapanku?" tanyanya sedikit curiga akan tingkah Daniel yang mendadak aneh. "Hanya ingin menemukan seseorang dan aku butuh bantuanmu." Ya, hanya ini cara satu-satunya mendekati Olena. Lagipula, Daniel ti

