44. SERPENT

1206 Kata

Rebecca menutup pintu besi yang hanya bisa dibuka melalui retina mata kelima dari mereka. Markas itu terletak dibawah tanah yang tidak bisa ditemukan oleh siapapun termasuk musuh besar dari organisasi yang Aeron pimpin saat ini. Ketiganya duduk melingkar pada sofa empuk yang bisa berubah menjadi tempat tidur kadang kala mereka ingin beristirahat. Tidak ada Daniel dalam pertemuan ini mengingat lelaki itu sedang berjalan-jalan ke kota romantis. "Pemimpin Serpent ingin berjumpa denganmu, Aeron." Yuuji membuka suaranya setelah mendapat perhatian dari keempat temannya. "Mereka menduga bahwa kita sudah membunuh salah satu tangan kanannya dan ingin membicarakan perihal denganmu langsung." "Serpent?" Mata Rebecca bergerak menyipit. "Aku rasa kita tidak pernah berurusan dengan mereka, apalagi ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN