Eudith memeluk erat boneka yang diberikan sebagai hadiah ulang tahunnya ke delapan. Ia bersembunyi dari balik dinding hanya untuk melihat adik kembarnya itu merayakan pesta ulang tahun yang jelas bukan untuknya. Dalam hatinya, Eudith selalu merasa iri pada Eileen. Namun, dia tidak akan pernah memperlihatkan rasa itu karena satu-satunya orang yang paling di sayang adalah Eileen. "Ellena," tegur sang ayah tiba-tiba membuat dirinya terperanjat. "Ikut ayah sekarang!" Lagi-lagi Eudith harus menuruti keinginan ayahnya untuk masuk ke dalam laboratorium yang berisi peralatan yang canggih. Sudah dua tahun Eudith masuk dan mempelajari alat-alat yang berada di dalam sini. "Kau tahu bahwa kau tidak boleh terlihat oleh orang lain, bukan?" Tegur ayahnya membuat Eudith mengangguk kecil sambil memeluk

