Ruangan serba putih itu penuh dengan bunyi oleh alat-alat mesin yang tidak dikenali. Seorang gadis kecil terbaring tidak sadarkan diri di atas brankar. Tubuh, kepala, bahkan bahunya penuh luka membuat para dokter menggelengkan kepala tidak percaya. "Bagaimana menurut anda, Tuan? Jika kita tidak melakukannya, maka bisa dipastikan dia akan mengalami gangguan kejiwaan." Lelaki berjas hitam dengan wajah yang tampak wibawa sekaligus tatapan tajam itu berpikir keras. "Apa tidak ada cara lain?" Dokter tersebut menggeleng. "Tidak, Mr. Geveaux. Cara satu-satunya adalah mengambil ingatannya. Kita harus bergegas atau keadaannya semakin memburuk. Nadinya mulai melemah." Sekali lagi, Steve memperhatikan puteri dari sahabatnya yang tampak mengenaskan. Pakaian yang terlihat hancur, tubuh ringkih yang

