35. MICROPROSESOR

1131 Kata

Lelaki itu tiba di tempat kejadian karena sejak awal memang sudah mengikuti mobil yang kini hancur mengenaskan. Hujan kian lebat saat mereka memeriksa denyut nadi setiap korban kecelakaan. "Tuan, dia masih hidup. Tapi, kedua orang tuanya sudah meninggal." Pria bertato ular di lehernya tersenyum puas bahwa rencananya membunuh keluar Gilbert sudah berhasil. "Cari mikroprosesornya sampai dapat." "Baik, Tuan." Kembali para bodyguardnya mencari chip yang selama ini diincar olehnya. Ia bergerak mendekat pada gadis kecil tersebut. Memeriksa denyut nadi yang melemah. Matanya perlahan kembali terbuka dan menatap sosok asing dengan buram. "Dimana mikroprosesornya?" tanyanya sambil mencengkram leher Eudith tanpa berbelas kasih. Eudith merasa sesak. Berulang kali menarik napas melalui mulut deng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN