Serena menutup laptopnya, mengakhiri shift kerja hari itu. Matanya lelah, tapi senyumnya mengembang begitu teleponnya bergetar. Sebuah pesan masuk dari Jevynn. [Aku sudah di rumah. Kapan kau pulang?] Jantung Serena berdebar kencang. Sudah beberapa hari mereka tidak bertemu karena Jevynn ke luar negeri. Tapi hari ini, mereka akhirnya bisa bertemu lagi—diam-diam, seperti biasa. * * Serena akhirnya tiba di rumah setelah seharian bekerja. Langkahnya terasa berat, tetapi begitu pintu terbuka, wangi sedap makanan langsung menyambutnya. Hidungnya berkedut, menangkap aroma bawang putih dan rempah-rempah yang menggoda. ‘Sepertinya Jevynn sudah memesan makan malam,’ pikirnya sambil melepas sepatu. Dia berjalan ke arah sumber wangi lezat itu, dan di sana, di tengah ruang keluarga, Jev

