Part 32 Ponsel Rasti kembali berdering saat ia akan menjalankan kendaraan dari bank menuju sekolah kedua anaknya. Dengan terpaksa menyandarkan motor kembali dan mengangkat telepon yang ternyata dari sang suami. “Pulang cepat, ya? Kita akan jalan-jalan,” ujar Danang tanpa basa-basi. Rasti yang semula berniat menjemput Nadine dan Raline, mengurungkan niat. Karena untuk saat itu, dirinya tidak ingin berdekatan dengan Danang. Karena ia sadar, terlalu lemah bila sudah berdekatan dengan lelaki yang telah mengarungi biduk rumah tangga dengannya bertahun-tahun, terlebih bila sudah mendapatkan sentuhan kasih sayang. “Tidak! Kali ini aku tidak akan mundur,” ujarnya seraya menggelengkan kepala. “Aku sudah terlalu lemah, karena merasa dicintai seseorang di saat kehilangan orang tua. Ada hal yang h

