“Bik, jadi minta aku buatin catetan buat ditanyakan ke mantan RT?” Rasti masih saja menggoda, ketika Sumarti turun dari motornya. “Jangan berlaku tidak sopan sama orang tua!” bisik Sumarti. Takut bila candaan Rasti didengar Maryam. Rasti tertawa terbahak-bahak. “Pulang dulu ya, Bik. Besok-besok, aku antar catatan pertanyaan ke rumah Bibik,” candanya lagi. “Bocah nggak sopan sama orang tua. Eh, ingat! Kalau ke sini lagi, bawa anak-anakmu. Bibik pengen kenalan juga. Keluarga kamu cuma Bibik. Jangan buat mereka tidak kenal.” Sumarti berkata sambil membenahi jilbab instannya. Rasti hanya memberi kode ok, dengan menautkan jari jempol dan telunjuknya. Ia lalu menarik tuas gas meninggalkan rumah wanita yang berbibir merah itu. “Maafkan aku, Bik, aku belum bisa membawa Nadine dan Raline ke ru

