Gadis yang masih memakai seragam SMA itu tersipu malu, saat diperkenalkan dengan putra salah satu rekan ayahnya. Berkali-kali mencuri pandang pada pemuda yang duduk di kursi yang menghadap ke meja yang sama. Saat tatapan matanya tertangkap basah, ia kembali menunduk. Begitu berulang kali terjadi. “Danang akan menunggu sampai dia berambut putih kalau calonnya seimut ini,” kelakar Hartono yang dijawab oleh tawa membahana Cokro. “Tidak. Jangan khawatir! Firna saat ini kelas dua SMA. Sebentar lagi lulus. Kalau Mas Danang memang ingin secepatnya menikah, Firna bisa kuliah sambil menikah. Ya, paling lama tiga tahun lagi menunggu,” jawab Cokro setelah tawanya reda. “Apa Firna mau sama Mas Danang yang sudah tua?” tanya Hartono dengan nada bercanda. Memang, saat itu, Danang berusia dua puluh em

