"Proses rujuk apa memang harus meriah kayak gini ya?!" tanya Kaliya heran melihat begitu banyak makanan di atas meja prasmanan yang sengaja diletakkan di halaman. Nana terkekeh mendengar pertanyaannya. Sudah sampai lewat empat puluh hari kepergian Nandini, rumah itu tidak terdengar suara tawa. Sejak Kaliya pulang dari rumah sakit suasana rumah berangsur membaik hanya Nana belum kembali menjalani rutinitas binatunya. Rombongan Garen memasuki halaman. Kaliya tersipu menyambut kedatangan mereka. Seolah flashback pada saat mereka lamaran. "Selamat datang Pak Mukhlis!" sambut Cakra membentangkan tangan. Mereka setengah merangkul saling menepuk bahu. Sungguh keakraban yang luar biasa. Sedang mendalami momen keakraban, rombongan biang rusuh datang. Kelompok kelas berat memasuki pekarangan

