Happy Reading! "Ho.. hotel H kamar nomer 236." Arvind mengangguk. Itu memang nomer kamar dan hotel yang sama saat ia terbangun tanpa pakaian di atas tempat tidur. "Baiklah. Tapi itu belum cukup untuk membuktikan bahwa bayi itu adalah milikku." ucap Arvind berusaha memancing. Sedang Juwita hanya diam. Ia akan menimpali nanti saat dibutuhkan. Lagipula ia tak percaya putra bejatnya akan melakukan hal sehina itu disaat sudah memiliki wanita seperti Ayyara. Wanita bernama Mera itu segera menggeleng dengan wajah yang tertunduk seolah takut. "Bayi ini adalah milik anda. Kita melakukannya malam itu dan anda sedang mabuk." "Baiklah. Jika malam itu kita tidur bersama, lalu kenapa kau pergi tanpa mengatakan apapun?" tanya Arvind lagi. Mera menggigit bibir bawahnya lalu mulai menangis. "I.. itu

