Bab 50

907 Kata

Happy Reading! "Wah perut nyonya sudah sangat besar." Ayyara segera menyentuh perutnya lalu menatap bingung beberapa pelayan di depannya. "Nyonya tidak perlu bingung, tuan sudah menceritakan semuanya." ucap salah seorang pelayan. "Semuanya?" tanya Ayyara pelan. Pelayan lain mengangguk. "Tentang pernikahan kalian dan nyonya yang tengah mengandung." Ayyara menghela napas lega. Untunglah. Tadi ia sempat berpikir buruk mengenai respon para pekerja di rumah ini. Namun ternyata tuan Arvind sudah mengurusnya. "Tidak perlu memanggil nyonya, cukup Ayyara seperti biasa."Ucap Ayyara tulus. Para pelayan segera menggeleng. "Tidak. Mana bisa seperti itu. Istri tuan berarti nyonya kami." Ayyara terdiam lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Jujur saja, situasinya sama sekali tidak nyama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN