Pagi harinya, seperti yang Ghidan perkirakan. Andin mengatakan kepadanya bahwa Mama mengundang mereka untuk makan malam. Padahal sebenarnya Ghidan sudah tahu, hanya saja tidak berani ngomong langsung ke istrinya karena istrinya sedang sensitif seperti test pack. Andin meminta Ghidan untuk bersiap dalam satu jam kedepan. Akhir-akhir ini, Ghidan sedang ingin selalu berada di dekat istrinya. Bahkan seperti sekarang, Ghidan berpura-pura air di kamar mandi kamarnya mati sehingga dia harus mandi di kamar mandi istrinya. “Kenapa di sini? Kan ada kamar mandi tamu, Mas,” tolak Andin. “Nggak ada sabunnya, Andin.” “Ya udah bawa sabun dari kamar Mas Ghidan.” “Aku nggak boleh mandi di sini?” tanya Ghidan dengan wajah yang dia buat semengancam mungkin, padahal sebenarnya dia yang takut kalau misal

