BAB 64

1483 Kata

Wanita dengan daster rumahan bercorak bunga, sedang berkutat di depan laptop di dalam kamarnya. Rumah sepi, begitupun perasaan Andin. Beberapa camilan buah sengaja Andin siapkan saat dirinya merasa lapar. Berhalu itu pun juga tetap membutuhkan tenaga untuk berfikir, jadi Andin tidak pernah melupakan stok cemilan untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan dari Dirga. Andin kembali melihat notifikasi di ponsel miliknya, mendesah pelan lalu meletakannya ke meja. Malam sudah cukup larut, tetapi Ghidan tak kunjung menunjukkan batang hidungnya. Andin tidak berharap laki-laki itu pulang, karena beberapa pesan yang baru saja diterima dari nomor tidak dikenal, mengirimkan potret Ghidan yang sedang bersama dengan kekasihnya. Ada sebagian hatinya yang meminta Andin untuk segera menyelesaikan pernikaha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN