BAB 49

1280 Kata

Suara ruangan kantor yang terdiri dari beberapa karyawan Pena-ku mendadak sepi, bukan karena mereka sedang sibuk bekerja menyelesaikan pekerjaanya, tetapi karena suara menggelegar kemarahan Andin yang tidak biasa. Andin sedang berdiri dengan tatapan mengarah ke arah Fadlan yang masih membeku, terkejut dengan sikap Andin yang tidak seperti biasanya. “Kamu gimana sih Fadlan, kan gw kemarin udah minta arsipnya lo kasih ke gw pagi ini,” ucap Andin dengan tatapan marah. “Kerjaan lo apa sebenarnya? Sampai pekerjaan utama lo berantakan kaya sekarang?” tambahnya. “Lo niat kerja ga? Atau lo ga suka kerja sama gw?” Cecar Andin bertubi-tubi, seperti tidak memberikan kesempatan kepada Fadlan membela diri. Fadlan hendak membela diri, tetapi baru saja mulutnya terbuka, Andin sudah kembali memaksanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN