BAB 48

1580 Kata

Pukul sebelas malam, Andin baru sampai di rumahnya. Setelah perjalanan kereta ke kantor yang cukup menyita waktu, lalu perjalanan dari kantor ke rumahnya. Beruntungnya dia masih pulang sebelum jam dua belas malam. Masih wajar bagi Andin pulang di jam sebelas malam untuk kota Jakarta. Andin melepas sepatunya di luar, lalu berganti dengan sandal rumah yang berada di belakang pintu. Lampu di rumahnya sudah gelap, mungkin bik Inah sudah mematikannya ketika wanita tua itu hendak tidur. Di langkah keduanya melewati ruang tengah, tiba-tiba lampu ruangan menyala, membuat Andin terkejut bahkan hampir saja menjatuhkan tas miliknya. Celingukan, Andin mencari arah saklar listrik, disana berdiri suaminya yang sedang bersedekap, memusatkan perhatiannya ke arah Andin. “Eh, Mas! Sudah pulang?” “Kamu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN