BAB 29

1035 Kata

“Bangun.” Suara yang Andin dengar di pagi hari bukanlah suara merdu penuh kasih sayang dari suami yang baru saja merasakan malam pertama dengan istrinya. Tetapi justru suara dingin dan penuh ancaman dari Ghidan. Andin sudah bangun sejak tadi tetapi memang ia sengaja untuk tetap memejamkan matanya, dia tidak siap dengan apapun yang akan terjadi pagi ini. Entah kenapa, akhir-akhir ini Andin lebih banyak memilih untuk lari dalam menghadapi masalahnya, bukan berdiri tegak seperti dia biasanya. “Aku tahu kamu sudah bangun, buka matamu Andin.” Ya, Andin tahu suaminya bukanlah orang yang gampang di bodohi. Andin memaksakan matanya untuk terbuka, melihat wajah Ghidan yang semakin membuka lukanya lebar-lebar. Ghidan berdiri di sisi Andin, sudah mengenakan pakaian lengkap. Memang sesuai dengan ren

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN