Bab 44. Emosi Novi

1025 Kata

Wajah Halimah seketika berubah. Ia terlihat tidak percaya dengan apa yang dikatakan Novi. Halimah juga menuduh jika Novi hanya memfitnah Soni agar pria itu mendapat hukuman yang lebih para dari ini. Sementara itu Bima yang masih berdiri di samping Novi. Langsung mencengkram tangan sang istri dengan erat. Tatapan matanya yang tajam membuat Novi ketakutan dan memilih untuk menunduk. "Kamu pasti bohong, Aku yakin Soni tidak mungkin melakukan hal itu." Halimah menatap Novi dengan tajam. Kedua mata perempuan paruh baya itu terlihat membulat sempurna. "Bohong? Untuk apa, nggak ada untungnya aku berbohong. Jika Mama nggak percaya aku bisa menghadirkan saksi ke rumah ini." "Sayang, apa kamu serius dengan ucapanmu? Kapan dia melakukan hal itu, kenapa aku enggak tahu." Bima terlihat begitu p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN