"Apa yang mau Papa tanyakan padaku." Gadis itu menatap Bima sambil masih menikmati es cream kesukaannya. "Apa kamu marah sama Mama, karena Papa Soni ada di penjara?" tanya Bima yang mencoba bicara selembut mungkin. Sambil meletakkan mangkuk es cream di sebuah meja. "Sebenarnya bukan marah, sih. Pa, hanya kesel aja. Kenapa Mama harus membuat Papa Soni masuk ke dalam penjara, bukannya Mama pernah bilang kalau semua masalah itu bisa diselesaikan dengan cara musyawarah." Helena mencoba mengulang semua ucapan yang pernah diberikan Novi. Gadis kecil itu memang memiliki pemikiran yang cukup dewasa dibandingkan usianya saat ini. Semua itu terbentuk secara otomatis di dalam dirinya, mengingat kerasnya hidup yang ia alami selama ini. Mendengar penjelasan putri sambungnya Bima hanya bisa tersen

