Bab 42. Kemarahan Helena

1104 Kata

Mata bulat Helena terlihat mulai meneteskan air mata. Novi yang mulai panik langsung mendekati sang putri. Namun, Helena justru melarangnya untuk mendekat. "Sekarang Mama jawab, apa benar Papa saat ini ada di dalam penjara?" tanya Helena sambil mulai meneteskan air mata. "Sayang, Mama akan jelaskan semuanya. Tetapi kamu tenang dulu, Nak." Novi mencoba membujuk Helena. Sambil berjalan ke arah sang cucu. "Helena, dengarkan Oma dulu ya, Sayang." "Berhenti! Kalian tidak boleh ke sini sebelum Mama jawab pertanyaanku," teriak Helena sambil terus menangis. "Novi, lebih baik kamu ceritakan semua. Bagaimanapun juga Helena berhak tahu dimana papanya sekarang!" perintah Halimah sambil menoleh ke arah Novi. "Benar, Mbak. Kasihan Mas Soni dia begitu sangat merindukan putrinya," imbuh Dewi y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN