Nominal yang Gila

2274 Kata

Mata Jevano tidak bisa tenang melihat sekitar. Hawa di Pakuwon Mall sungguh berbeda dengan mall yang pernah dia kunjungi bersama ayahnya. Sangat jauh malahan. Entah ini karena dirinya yang sangat jarang pergi ke mall atau memang hanya jiwanya saja yang sedang meronta-ronta. Sedari tadi juga dia hanya mengintil bundanya dan tetap menjaga jarak dekat dengan wanita itu. Bisa gawat kalau dia tersesat di mall ini. "Kita beli apa dulu, nih?" tanya Juwita sambil terus berjalan. Dia memelankan langkahnya agar bisa berjalan beriringan dengan Jevano. "Terserah." Tubuh Jevano agak mepet dengan bundanya bahkan dia agak maju sehingga bundanya ada di belakang tubuhnya. Dia melihat beberapa orang pria yang berpakaian rapi sedang berjalan di arah yang berlawanan. Beberapa dari mereka melihat ke arah bun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN