Kenalan Baru

2195 Kata

Jevano masih terdiam saat Syahid selesai menjelaskan tentang keadaan umum yang dihadapi oleh anak-anak yang seperti mereka. Napasnya terdengar berat. Ternyata dunia yang dia masuki tidak sesimpel yang dia pikirkan. Tapi kenapa ayahnya terlihat sangat santai dan seperti tidak ada kesusahan sama sekali, kecuali lebih sibuk kerja. Ah, mungkin ayahnya juga sudah terbiasa dengan dunia bisnis dan kantoran, mengingat sang ayah juga dulu pekerja kantoran. "Kenapa ayahku enggak pernah cerita ke aku tentang masalah kayak gini, ya? Padahal, Ayah selalu mengingatkan aku kalau ada sesuatu penting dalam kehidupan kita. Maksudku, Ayah selalu mengajariku hal-hal yang perlu diperhatikan lebih. Apa Ayah juga enggak tahu tentang dunia yang kayak gini, ya?" Syahid memandang Jevano yang terlihat sangat tert

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN