Viola & Biola

1503 Kata
Sesampai nya di timezone, amore & riri bermain bola basket. Riri yang pendek main di basket anakanak. Tiba-tiba tanpak renald menggandeng viola, si gadis berbadan biola. " Oh jadi ini p*****r yang kamu banggakan itu mas, anak bau kencur seumuran riri, yang harusnya masih menikmati masa remaja nya." Amore menghampiri renald & viola yang sedang duduk di depan timezone sambil mengobati lecet di beberapa tempat badan viola. " amore, kamu tidak tahu umur ya, masih juga bermain di timezone sama kentang" balas reynald. " ini siapa kamu om? ini cewek yang merebut filmku & wanita gendut ini yang melukai ku." sebut viola dengan nada manja. " ayo mbak, ngapain kita urusin dua orang penyakitan ini, satu sok cantik satu sok ganteng, pas la kali." tawa riri lepas, rasanya puas dia memaki. " rasanya me time ku porak poranda hari ini ya " ujar amore sedikit kecewa. Hari mulai gelap, mereka pun pulang ke rumah. " Tidak enak rasanya tidur sendiri di rumah sebesar itu, ajak pakde sma bude y ri." Malam itu bude masak semur jengkol & sayur asem. " Aku jadi ingat sama renald, bahkan semur jengkol juga dibahasnya, katanya aku tidak pernah masak buat dia padahal itu kesukaan dia, padahal dia tinggal beli kan di jalanan atau suru nenek tua itu masakkan." timpal amore mendengus.. " ibu ayah, tadi kami jumpa mas renald sama biola.. ooops viola selingkuhan mas renald" ujar riri. "jadi kamu apakan ri?" tanya pak endang. " mau riri bakso bakar dia tadi pas di perusahaan, oh iya mbak amore direkrut sma om- om ganteng ceo tempat viola kerja." " truz?" tanya bu endang. " tadi riri jambak-jambakan sama viola kek anak sekolahan bude, padahal habis makan cilok, batagor , pokat kocok bakso bakar, kalo ga amore seret keluar, sudah habis lah riwayat viola." Amore berusaha menahan tawa sambil bercerita.. " bagus kali anak ayah, tidak percuma tiap hari sekali makan 2 piring nasi ya nak." pak endang menepuk punggung riri. Tiba-tiba telpon amore berdering dan di layar nampak videocall dari mummy. " how do you do honey, gimana kabar nya? kamu dimana sekarang?" " as you see mum, amore di villa lagi makan malam sama keluarga riri." " oh dear, ada cerita apa daddy ketinggalan?" " hai om tante.. kapan balik ke indonesia?" " itu kamu riri, om tante sampai tidak tanda karena bentuk badan dan wajah mu." " it' s a long story mum dad." " besok kami akan balik ke indonesia naik penerbangan paling pagi, see you tomorrow" Setelah makan mereka tidur di villa menemani amore. esok pagi nya terlihat amore sibuk mengetikkan jari- jari mungil nya di handphone nya.. " selamat pagi charles, ini amore, kapan bisa mulai?" tidak lama charles membalas pesan nya seperti sudah menunggu daritadi. " Soon my queen ". Siap itu amore mandi dan mengajak riri menjemput ke bandara. Setiba nya di bandara, sudah ada martha & renald berdiri menunggu di pintu kedatangan. " Ngapain kalian di sini, jangan bilang kalian menunggu mummy daddy." tanya amore ketika melihat tamu tak diundang. Tiba-tiba ada lambaian tangan di pintu kedatangan.. Martha dan renald menyambut mereka seolah tidak terjadi apa-apa. " bagaimana kabar nya mum dad?" tanya renald.. " ya as you see, saya khawatir kenapa amore tidur di villa semalam, ada cerita apa." jawab mama amore , Bianca. " Halo bianca, senang melihat mu kembali ke indonesia." balas martha. " ayo ma, naik mobil amore, tidak usah dihiraukan 2 makhluk shrek ini." " naik mobil kami saja, bianca." ujar martha tak mau kalah.. " ada apa dengan kalian, kenapa seperti anak kecil berebut mainan." papa amore, daniel kebingungan melihat tingkah besan dan anak semata wayangnya itu. Akhirnya terjadi lah sesi tarik menarik di bandara pintu kedatangan. " Sudah sudah , ayo daniel kita naik taxi saja, pusing kepala barbie melihat tingkah minion- minion ini." Bianca dengan enggan menyeret koper dan suami nya yang masi kebingungan ke arah taxi yang mendekat. Amore pun sama riri beranjak dari tempat menuju ke parkiran segera meninggalkan bandara itu. Sesampai nya di villa, rupanya bianca & daniel sudah duduk manis dengan wajah serius menunggu jawaban dari amore. Bapak & bu endang menutup mulut mereka rapat-rapat menunggu amore yang menceritakan sendiri permasalahan rumah tangga nya. " Ada apa ini amore, mama semalam nelpon renald memberi tahu kami akan ke indonesia hari ini, mama papa sampai bingung melihat tingkah laku kalian di bandara, mau tertawa takut dosa." " ha ha ha, tante masi sempat aja bercanda padahal sudah serius begini keadaan nya." riri menutup mulutnya berusaha menahan tawa. " Renald ma.. " Amore berusaha kuat agar tidak menangis menceritakan pada kedua orangtuanya. " Kan sudah mama papa bilang amore, kamu itu terlalu baik buat renald, kamu itu artis,kenapa mau sama karyawan bank, memang sudah berstatus kepala cabang bank, tapi mama tidak suka sama mama nya, bu martha itu seperti mau mengatur rumah tangga anak nya itu." Bianca merepet sampe matanya mau keluar melihat amore berlinangan air mata . " Sudah lah ma, kurasa juga tidak ada guna nya lagi kita sesali sekarang, anak kita amore kan sudah di sini bersama kita, ya kan pak endang." Daniel menatap pak endang meminta pertlongan untuk pembelaan di depan bianca. " iya bu, mbak amore kan sudah di sini bersama kita, dia juga pasti amat terpukul dengan masalah rumah tangga nya sendiri." " ayok kita siapin makan malam kesukaan kita, rendang jengkol." Bianca tersenyum riang tersipu malu, tah sudah berapa lama dia tidak makan itu di australia. " untung sudah dibeli 3kg td pagi d pasar karena tau ibu mau ke indonesia pasti minta nya rendang jengkol."sahut bu endang senyum-senyum memyenggol tangan bianca. " makasi lho say, kamu memang yang terbest pokoknya." "ayok besok kita datangi renald untuk crosscheck ceritanya pa." bianca masih penasaran sambil memakan rendang jengkol yang tak habis- habis disendokin ke mulutnya. Setelah siap mereka makan malam, mereka karaokean melepas rindu sambil joget-joget sampai tidak bisa dibedakan mana orangtua mana anak-anak mereka. Sampai akhirnya kelelahan dan tertidur di ruang karaoke itu. Esok paginya, ayam pak endang berkokok bergantian membangunkan mereka. " Hari ini kita ke rumah renald, papa ingin dengar permasalahan nya, karena amore sepertinya bahagia selama 5 tahun pernikahan nya, asal ditelpon, dia selalu riang bercerita soal baju yang dbelinya di online shop atai kue yang selalu bantet & gosong." tawa daniel menatap amore yang masih diam tidak berani berkata-kata. Setelah selasai menyarapan sarapan nasi gurih buatan bu endang, amore bianca & daniel menuju ke mobil sport amore dan melaju kencang ke jalan menuju rumah renald. Sesampai nya di rumah renald, mereka menekan bel rumah, alangkah terkejutnya amore bianca & daniel. Yang membuka pintu bukan renald atau pembantu tapi seorang perempuan dengan bikini, rambut hitam lurus sebahu dengan poni selamat datang. Ya itu sera wanita resepsionis penyambut tamu di perusahaan vedi vidi vici. " Siapa kamu?" tanya bianca. " Mohon maaf, mas renald nya lagi mandi, kami baru siapsiap mau berangkat kerja meskipun lelah karena habis party semalam." tawa cekikikan sera. Plakkkkk... " Dasar wanita laknat, mana dia?" Bianca menampar gadis itu kemudian memaksa masuk ke dalam rumah. Renald baru saja mandi & sudah berpakaian rapi menuruni tangga dengan terburu- buru " mama papa kenapa datang tanpa nelpon ke renald dulu?" Plakkk.... Terdengar suara keras tamparan yang melayang ke muka renald " Jadi selama ini , begini kelakuan mu sama anak ku?" Belum selesai satu tamparan, tinju melayang lagi ke mata dan pipi satu lagi, daniel terlihat geram, gelap mata melihat tingkah menantu nya.. " Biar renald jelasin dulu pa ma." jawab renald dengan mata yang sudah membiru, gigi nya copot & pipi merah sebelah, kemeja nya ternodai darah dari mulut nya. " Om, siapa mereka? tadi juga sera ditampar sama ibu itu. kemarin kakak itu datang ke tempat kerja sera." Sera menghampiri renald berusaha mendudukkan nya di sofa, pipinya masih merah sebelah. " Banyak ya wanita simpanan mu mas, dari kelas teri sampe ke artis, apakah mereka tahu om yang mereka tidurin ini satu orang?, belum sampe seminggu aku ninggalin rumah ini, kamu sudah berani bawa wanita laini tidur di kamar kita." Amore ikut memborbardir renald , bedanya dia tidak mau menyentuh fisik renald. Bianca & Daniel duduk di sofa ruang tamu menunggu penjelasan dari renald. Renald akhirnya duduk di sofa sambil memangku sera masih dengan pakaian bikini nya. Amore telihat jijik melihat kemesraan mereka kemudian beranjak dari ruang tamu ke dapur menemui para pembantu. " Sudah berapa lama perempuan itu di sini?" tanya amore pada 2 pembantu nya. " Baru semalam bu." "Siapkan teh chamomile buat orangtua ku" ujar amore. " baik bu".. kedua pembantu itu bergegas membuat chamomile untuk disuguhkan kepada orangtua amore. " Jadi kamu memgusir anak ku, menyalahkan anak ku, untuk mengundang p*****r ini ke rumah renald?" tanya bianca dengan bengis. Sera mengusap dan menghembus mata & pipi renald. " Amore tidak bisa memberikan anak pada saya pa ma, renald sudah lelah berobat kemana mana." renald semakin erat memeluk sera di pangkuan nya. "apakah tidak bisa kamu singkirkan wanita itu semntara berbicara sama kami renald?" daniel rasanya ingin menghajar renald lagi tapi ditahan nya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN