"Ya maaf, bang." Sahut Jhordan sambil tersenyum canggung lalu mengangkat sekilas alisnya ke arah Vanka, genit. Tak lama setelah itu kemudian mereka masuk ke dalam mobilnya masing-masing. Vanka dengan Jhordan sedangkan Raga seorang diri, namun meskipun begitu Raga tetap mengantarkan Vanka ke sekolahannya. Tidak ada pembicaraan sepanjang perjalanan hingga pada saat itu Jhordan memilih untuk membuka suara terlebih dulu. "Van," panggil Jhordan yang membuat Vanka langsung menoleh ke arahnya sambil berdehem pelan. "Kalo gue nembak lo, lo mau gak?" lanjut Jhordan bertanya dengan pandangan yang masih fokus melihat ke area jalananan. "Ya nggak lah!" sahut Vanka dengan nada yang sedikit agak ditinggikan. Jhordan melihat ke arah Vanka dengan tatapan tidak percayanya. "Lo nolak gue?" tanya Jhordan

