Episode 36

1011 Kata

Tidak ada gunanya meladeni orang yang tidak ingin pernah mengalah, itu hanya akan membuat Vanka semakin pusing saja. Vanka akhirnya sampai di depan pintu kamarnya, dengan cepat Vanka membukanya lalu masuk ke dalam kamarnya dan menguncinya. Entah mengapa semenjak dia berada di kamarnya sendirian rasa sesak di dadanya kini kembali Menyelimuti dirinya. Vanka duduk di atas ranjang king size miliknya kemudian menundukkan kepalanya sambil mengatur nafasnya yang sudah terasa sangat sesak di dadanya. Vanka menarik nafasnya beriringan dengan jatuhnya cairan bening dari pelupuk matanya. Kini bukan hanya rasa sesak yang dirasakan Vanka, melainkan rasa nyeri di ulu hatinya pun kini ikut hadir seakan ingin menyempurnakan luka yang di rasanya. "Ma, kenapa rasanya sakit banget ya. Harusnya aku gak u

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN