Maikal menepuk pundak Jhordan sedikit agak keras. "Lo kok malah diem aja. Kita lagi ngomongin, Vanka nih, Queen kita." Ucapnya. Jhordan melihat ke arah Maikal sekilas kemudian mendengus membuang nafasnya. "Gak ngomong bukan berarti gak peduli." Tuturnya kemudian mengambil ponselnya dan mengotak atik nya. "Berarti lo peduli?" Tanya Aji dengan mengangkat sebelah alisnya dan Jhordan hanya menjawabnya dengan deheman kecil saja. "Lo udah mulai ada rasa gak sih sama dia, Dan. Secara kok cuma, Vanka doang yang bisa bikin lo deket sama dia?" Ucap Maikal yang ikut-ikutan bertanya. "Ho'oh padahal cewek yang deketin lo banyak. Tapi, Vanka yang lo pilih," Timpal Arka sambil melihat ke arah Jhordan. "Padahal kita juga pengen Vanka, Dan." Lanjut Arka dengan wajah sendunya. "Ho'oh sama, Vank

