"Gue pamit duluan ada perlu." pamit Daisy kepada Sarah dan Arrabel, kemudian bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja. Sarah mengepalkan kedua tangannya, bukan karena dia marah kepada Daisy namun dia kembali teringat ketika Vanka dengan mudahnya kembali mengambil Jhordan darinya. Sarah menggebrak meja cafe dengan kencang, sehingga ada beberapa orang yang melihat ke arahnya. "Sialan, semua ini gara-gara si cewek sok kecantikan itu. Lihat aja suatu saat nanti gue bakal jauhin lo sama, Jhordan bahkan kalau bisa lenyap dari muka bumi ini sekalian," ungkap Sarah dengan raut wajah marahnya. Sedangkan Arrabel hanya mengusap-usap punggung Sarah berusaha untuk sedikit membuatnya merasa tenang. Sedangkan di sisi lain kini Vanka masih berada di dalam mall. Namun tiba-tiba saja langkahnya terhent

