"Beritahu mama kau akan pergi kemana?" Tanya Alma kemudian melipatkan kedua tangannya di depan dadanya. Raga menghela nafasnya berat sambil memutar bola matanya malas. Kemudian tanpa pamitan Raga beranjak pergi dari hadapan Alma tanpa sepatah katapun. Alma seketika mematung ketika tingkah anaknya semakin hari semakin berbeda, sepertinya Raga ingin menjauh darinya. Entah karena apa, entah ada kesalahan apa Alma pun tidak mengetahuinya. Alma membuang nafasnya kasar, dia terus memperhatikan Raga yang tengah masuk ke dalam mobilnya dan berlalu pergi dari hadapannya. "Tidak biasanya dia seperti itu." Batinnya. Sejahat apapun seorang ibu, dia akan tetap menjadi pelindung yang hebat untuk anaknya. Apalagi anak pria yang sangat membutuhkan naluri dari seorang ibu, untuk merasakan bagaima

