Vanka menarik nafasnya dalam-dalam kemudian dia kembali hembuskan. "So, kenapa Sarah terus marah-marah sama gue?" Ucap Vanka bertanya. Jhordan menggerakan duduknya hingga kini berhadapan dengan Vanka di atas brankar. "Apa penting nya, Sarah buat lo?" Tanya nya. Sedangkan Vanka mengerutkan kedua alisnya sambil mengerucutkan bibirnya. "no, she is not important to me at all." Sahut Vanka. "So, biarin aja dia mau ngelakuin apapun. Yang terpenting lo harus bisa bahagiain diri lo sendiri," Ungkap Jhordan yang langsung mendapat anggukan dari Vanka. "Mau masuk apa disini aja?" Tanya Jhordan sambil memicingkan sebelah alisnya. "Disini aja deh, lagi males belajar." Sahut Vanka. "Pengen berdua-duaan sama gue ya." Ucap Jhordan sambil mengangkat alisnya singkat. Vanka mengerutkan ke

