Yakinlah Langit akan Cerah

251 Kata
Hari-hari Leara setelah pernyataan Gigih, berlalu dengan kesedihan yang mendalam. Leara tak bisa mengingkari hatinya kalau rasa itu ada. Tapi Leara harus memenangkan logikanya. Bahwa saat inilah pembuktian dirinya mampu menjalankan apa yang telah dinasehatkan kepadanya atau tidak. Setiap hari dia sibukkan dirinya dengan kegiatan kuliah dan organisasi. Libur dia isi dengan semester pendek. Kalau tak ada kegiatan, dia pergi ke perpustakaan. Pinjam buku dan membacanya di kos. Ikutan taklim khusus muslimah, belajar tahsin, ikut kursus Mar'atus Sholihah sehingga bertemu dengan Mbak-Mbak Sholihah yang menentramkan. Karena tiap kali senggang, rasa itu datang lagi. Tak terasa air mata menetes lagi. Leara hanya bisa berdoa dan memohon kepada Allah untuk diberikan jodoh yang sholih jika telah tiba waktunya nanti. Kemarin didoain tentang jodoh sama Mita gak mau, sekarang malah doa sendiri. Ah, namanya juga manusia. Batin Leara. Mita sahabatnya itu tau apa yang Leara rasakan. Apalagi kalau dibandingkan dengan kasusnya. Posisi Mita adalah sebagai orang yang suka. Dan Pangeran Kodok tak tahu kalau Mita suka sama dia. Ini aja rasanya kadang pengen nangis sendiri ya kan. Apalagi Leara, yang sama-sama suka tapi karena Leara gak mau pacaran jadi Leara menolak Gigih. Pasti sedih banget. Mita salut sama Leara. Berani memilih untuk 'sakit', karena dia tidak ingin melakukan apa yang dilarang oleh Allah. Dan berani menunggu entah itu kapan dan siapa jodoh yang ditetapkan oleh Allah untuk Leara. Leara, aku yakin Allah pasti hadiahkan jodoh yang terbaik buatmu. Yakinlah Langit akan Cerah dan kamu akan bahagia selamanya bersama pasanganmu kelak. Doa Mita untuk Leara.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN