Senin siang Leara jatuh dari motor, Selasa siang makan di kantin kampus dengan Mita. Rabu siang akhirnya Leara pergi ke tukang pijit untuk mengurut tangan kirinya.
Rabu malam jam setengah tujuh, ada teriakan panggilan untuk Leara karena ada tamu. Siapa sih, Leara beneran sedang malas keluar kamar. Dari tadi pulang pijit, Leara hanya tiduran sambil baca buku buat kuliah besok.
"Iya tunggu sebentar.", jawab Leara.
Pakai gamis kebesaran, kerudung langsung pakai, kaos kaki. Agak lama bersiapnya, karena tangan kirinya masih agak sakit untuk digerakkan, jadi pelan-pelan.
Leara keluar menuju teras kos. Siapa ya, perasaan gak ada janjian, gak ada tugas, gak ada kegiatan juga.
"Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsalam, eh ada apa nih kok malam-malam gini datang ke kosku?", tanya Leara.
Ternyata Gigih yang datang.
"Mau antar ini. Minyak urut. Ini manjur buat keseleo, pegal-pegal, otot tegang. Maaf baru sempet ngasih sekarang. Kemarin sibuk nugas.", jawab Gigih.
"Malah ngerepoti. Makasih banyak ya.", kata Leara.
"Oh ya, ada yang aku omongin sama kamu. Tapi maaf sebelumnya aku gak bermaksud lancang. Aku cuma mau jujur sama diriku sendiri dan juga ke kamu. Bahwa apa yang sudah kita lewati bersama, mulai awal perkenalan, survei bareng bahkan sampai dengan kejadian kamu jatuh kemarin, aku merasa kayak aku dipertemukan dengan soulmateku. Mungkin aku bukan seseorang yang baik menurutmu, atau mungkin kamu tidak merasakan hal yang sama dengan apa yang aku rasakan, tapi aku akan menjaga amanah apabila dirimu mengiyakan. Meskipun nggak sekarang, aku akan menunggu sampai kapanpun, sampai dirimu bilang iya.", panjang sekali yang diomongin Gigih barusan.
Bahkan Leara belum bisa mencerna apa yang disampaikan oleh Gigih. Mungkin terlalu cepat atau mungkin Leara belum mikir sejauh itu. Leara sadar diri, ketika awal kenal aja temen-temen perempuan Gigih banyak yang cantik. Bahkan Leara lihat sendiri banyak diantara mereka yang cari-cari perhatian Gigih. Mungkin salah satunya Alin yang dianggap sebagai adik oleh Gigih. Jadi Leara tak berani berharap, siapalah dirinya ini.
Tapi dimatanya, Gigih memang beda dengan yang lain. Dia gaul tapi tetep bisa menempatkan diri. Sopan dan tau cara memperlakukan wanita. Berkomunikasi dengan yang lebih tua bisa, seumuran bisa, yang lebih muda juga bisa bahkan dengan anak kecil juga bisa. Soalnya pas survei kemarin, Leara sempet lihat, Gigih pandai melakukan pendekatan ke anak-anak yang disurvei. Makanya dia cepet selesai. Tapi sesuai dengan janjinya pada diri sendiri dan apa yang telah dia baca dan pahami bahwa setan selalu cari cara untuk menjerat manusia dari sudut manapun. Bahkan mungkin rayuan maut ini adalah ujian keimanan Leara apakah dia mampu menangkalnya atau luluh dan kalah sehingga dia bakalan menerima dan kemudian terlena.
Cinta yang tidak pada tempatnya hanya akan membuatnya terluka dan berdosa. Namun ketika cinta tumbuh pada pasangan yang sudah halal maka akan mendatangkan pahala.
Sebenarnya rasa itu telah tumbuh, namun Leara tak akan mengingkari janjinya untuk selalu menjaga harkat dan martabatnya sebagai muslimah dengan cara menjaga dirinya dan hatinya hingga nanti tiba saat jodohnya melafalkan janji suci yang kuat dan kokoh.
Leara tidak tahu apakah Gigih jodohnya atau bukan. Karena saat ini Leara masih harus menunaikan kewajiban menyelesaikan kuliah. Dia gak mau egois. Ayahnya sudah membiayai kuliahnya dengan bekerja keras untuknya. Leara gak mau kuliahnya jadi gak fokus karena pikirannya akan terbagi. Leara gak mau hanya karena nafsunya kemudian dia mengiyakan Gigih. Jika memang dia berjodoh dengan Gigih, maka Allah akan pertemukan dirinya dan Gigih nanti tapi tidak sekarang. Karena yang namanya jodoh itu bukan dibalut dalam hubungan pacaran. Yang namanya jodoh itu dibalut dengan hubungan pernikahan.
"Saat ini aku bilang tidak. Maaf aku belum bisa. Aku bukan orang yang pantas untukmu. Masih banyak yang harus aku perbaiki dalam diriku. Kalau memang kita berjodoh pasti Allah akan pertemukan kita disaat yang tepat.", Leara berkata lirih.
Apakah setiap orang akan mengalami hal ini. Lalu bagaimana cara mereka mengatasinya. Terus terang aku jengah kalau melihat pasangan muda mudi yang berpacaran. Bukankah mereka menambah dosa setiap hari. Berboncengan, berpegangan tangan, saling memandang, chat mesra, ketemuan. Hembusan setan yang melenakan. Aku harus bisa menahan nafsu. Meskipun sakit, meskipun sedih, meskipun ada yang terluka.
Batin Leara berusaha menguatkan dirinya sendiri.