Abang Adik

654 Kata
Selepas Leara pamit pulang ke kos, tinggallah Alin dan Gigih masih berdiri di tempat kejadian. Alin sih pinginnya ditawarin Bang Gigih biar diantar ke kampus karena dia habis jatuh. Tapi nyatanya Bang Gigih gak bilang mau antar. Malah ikutan pamit. "Alin masih bisa naik motor kan, gak ada yang sakit kan? Motornya juga gak kenapa-kenapa. Kalau gitu aku juga pamit pulang kos ya. Lagi ada tugas gambar teknik, deadline besok pagi.", kata Gigih. "Iya Bang. Alhamdulillah Alin gak luka kok. Ya dah kalau gitu, Alin juga ada kuliah siang. Mau langsung ke kampus.", jawab Alin. *** Tren Abang Adik ini ada sejak kapan sih. Karena menurut Leara gak mungkin bisa, saudara kandung bukan, saudara sepupu bukan, bisa ada hubungan Abang Adik. Pastinya salah satu atau malah keduanya ada rasa. Tapi malu-malu sehingga berkedok hubungan Abang Adik. Memang jerat-jerat setan tuh ada aja. Menggoda manusia dari sisi mana aja. Tapi kenapa Leara jadi ikutan ribet menganalisa. Ngerasain badan yang habis jatuh aja gak karuan. Kemarin sok-sokan bilang gak papa. Dan setelah bangun dari tidur, paginya badan serasa rontok. Pegel, nyeri, perih bagian yang lecet, gak enak banget pokoknya. Alhamdulillah adik kosnya udah enak badan, jadi ketika nyamperin ke kamarnya dan bilang gak bisa antar ke rumah sakit karena habis jatuh dari motor, malah dia nyodorin minyak urut. Baiklah, sedekahnya ke Mita nanti. Leara traktir gado-gado di kantin kampus plus jeruk anget plus minta didoakan rizkinya berkah, diberikan kesehatan dan keselamatan. Hari ini berangkat kuliah naik angkot. Biar aman. Alhamdulillah tangan kanan baik-baik saja, jadi masih bisa ngapa-ngapain, maksudnya nulis, makan gitu. Sampai juga di kampus MIPA. Turun dari angkot, jalan menuju ruang kuliah. Kangen juga ya naik angkot. Meskipun harus sabar menanti angkot lewat. Tiba-tiba ada menarik tangan kirinya dari belakang. Seketika reflek Leara teriak sambil berusaha melepaskan tangan kirinya dari pegangan. "Aduh sakit sakit sakit.", ucap Leara. "Eh maaf maaf. Gak sengaja. Kenapa dengan tanganmu?", kata Mita yang juga kaget dengan reaksi Leara. Maksud hati mau kasih surprise malah dia yang kena surprise. " Hiks kemarin aku jatuh dari motor. Ada yang keluar g**g gak lihat-lihat, mana ngebut dia. Akhirnya kita jatuh dari motor. Siku tangan kiriku mungkin ketimpa badanku jadi agak nyeri.", kata Leara. "Kenapa kamu gak bilang. Chat kek, telpon kek. Kamu keterlaluan. Memangnya aku sahabat macam apa. Sampai gak tau kamu jatuh kayak gini.", Mita geregetan deh karena tau Leara pasti gak mau ngerepotin siapapun. "Aku malah mikirnya aku jatuh karena kurang sedekah. Habis terima honor survei gak bagi-bagi rizki. Makanya aku udah niat, hari ini nraktir kamu ke kantin. Gado-gado boleh, soto boleh, bakso boleh. Diakhiri dengan doa darimu agar sehat, selamat diberikan rizki yang berkah.", pinta Leara dengan sungguh-sungguh. "Aduh, kalau acara makan-makan plus doa kayak gini sih, buat aku gak masalah. Kapan, nanti siang, habis kuliah. Okeh. Nanti bisa aku tambahin doa minta jodoh yang solih, ganteng, baik, kaya juga boleh.", mulai deh Mita ngoceh. "Sudah-sudah cukup doa yang aku minta tadi aja. Gak lebih, gak kurang. Belum kepikiran yang doa jodoh. Terus nanti pulangnya bareng ya, naik angkot. Hari ini aku gak bawa motor.", jawab Leara. *** Kantin Kampus Leara dan Mita jadi makan-makan di kantin kampus. Sebagai anak Sunda yang suka banget makan sayur mentah alias lalapan, tentu saja menu favorit yang ada di kantin yang banyak sayurnya. Sudah Leara duga, kalau Mita bakalan pesen gado-gado yang ada sayur kolnya, kecambah, kacang panjang, kentang, sayur hijau-hijau. Plus minum jeruk hangat. "Jadi gimana ceritanya kamu bisa jatuh kayak gini?Terus orang yang tabrakan sama kamu, gimana kondisinya? Anak mana? Namanya siapa?Cewek apa cowok?", tanya Mita membombardir dengan banyak pertanyaan. Leara bingung jawab pertanyaan yang mana dulu. Dia ceritakan kronologis kejadian. Dan berakhir dengan pembahasan tentang Abang dan Adik. Meskipun ogah berprasangka dan ngomongin hal yang belum tentu kebenarannya, tapi pada akhirnya Leara menyimpulkan bahwa hubungan Gigih dan Alin itu bukan hubungan pertemanan biasa. Apalagi kemarin juga Gigih gak sungkan untuk minta ijin menginap di rumah Alin di Jepara.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN