Sakit

660 Kata
Pulang kuliah bareng Mita tadi. Habis antar ke kos Mita, Leara langsung pulang ke kos. Gak pakai mampir. Buru-buru soalnya ada janji sama adik kos yang lagi sakit. Mau periksa ke rumah sakit. Baru santai motoran, tiba-tiba ada yang keluar dari g**g gak pakai basa-basi. Dasar Mita yang memang lagi gak konsen, atau karena orang yang keluar g**g gak kira-kira kecepatannya. Yang pasti, dua-duanya terjatuh dari motor. Leara masih bisa beranjak dan mendirikan lagi motornya yang jatuh. Dijagangnya motornya dengan pelan dan hati-hati. Lalu dia menghampiri anak yang nyelonong keluar g**g, jatuh di sisi kiri jalan berdekatan dengan motornya. Leara mengayunkan tangan kanannya untuk menolong berdiri anak itu. Anak itu sepertinya gak kenapa-kenapa. Karena kecepatan motor Leara juga gak kencang tadi. Anak itu yang ngebut, sehingga ketika motor Leara membentur bagian samping motornya yang sedang membelok, langsung oleng. Beberapa menit Leara diam sambil berdiri untuk menenangkan jantungnya yang berdegup kencang. Dia merasakan sakit di siku tangan kirinya. Mungkin ketimpa badannya saat jatuh tadi. Lalu anak itu menelepon seseorang dan mengatakan kalau habis jatuh dari motor dan meminta orang yang diteleponnya itu datang menolong. Sepertinya manggilnya tadi Abang. Mungkin kakaknya juga kuliah disini. Leara kok jadi sedih, dia telepon siapa ya. Gak maulah telepon orang tua. Yang ada malah ngerepoti dan bikin khawatir. Telepon Masnya, kakaknya jauh. Gak mungkin bisa langsung sampai saat ini juga. Telepon Mita juga malah lama lagi, karena anak itu pastinya datang ke lokasi kejadian jalan kaki. Telepon teman kos pasti masih pada di kampus. Beberapa saat kemudian, ada motor datang dan langsung memarkir di sebelah pinggir kiri jalan dekat dengan kejadian Leara jatuh. Loh kok Gigih. Ngapain dia. Perasaan aku gak telepon atau chat, kenapa ada dia disini. Leara lihat Gigih menghampiri anak yang keluar g**g sembarangan itu. "Kamu gak papa Alin?", tanya Gigih. Oh anak itu namanya Alin. Apa Alin yang kemarin rumahnya dia nunutin tidur pas di Jepara. Sepertinya iya. "Aku gak papa kok, Bang. Cuma kaget aja pas motorku kesenggol motor mbaknya yang itu, terus jatuh. Untung mbaknya pelan jadi gak parah.", jawab Alin. Gigih menoleh ke arah telunjuk yang dituju oleh Alin. Hei, itu kan Leara. Kok mukanya mringis-mringis kayak kesakitan. Langsung aja Gigih nyamperin Leara. "Leara, kamu gak papa?", tanya Gigih dengan nada yang khawatir. Bahkan lebih khawatir daripada nada bertanya ya ke Alin tadi. "Gak papa kok. Cuma agak sakit di siku tangan kiriku. Tapi aku masih bisa pulang sendiri kok ke kos.", kata Leara. Alin kaget karena Gigih ternyata mengenal orang yang kecelakaan bareng dia. Dan tiba-tiba ada sedikit rasa aneh karena Alin mendengar nada bertanya Gigih yang lebih khawatir ke orang itu daripada ke dirinya. "Oh ya kenalin ini Alin yang kemarin kita nginap dirumahnya waktu di Jepara.", kata Gigih berusaha mencairkan suasana. "Leara.", kata Leara sambil menyodorkan tangan untuk berjabatan tangan. "Alin.", jawab Alin juga sambil menyambut jabat tangan Leara. "Maaf Kak, aku tadi salah, karena keluar g**g sambil ngebut dan gak lihat kanan kiri.", kata Alin. "Iya gak papa. Alhamdulillah gak ada yang luka parah. Sepertinya sudah tidak ada masalah lagi, jadi aku mau pamit pulang ke kos ya.", kata Leara pamit. "Beneran bisa pulang sendiri?", tanya Gigih. "Beneran kok. Makasih bantuannya ya. Assalamualaikum.", kata Leara. "Wa'alaikumsalam.", jawab Gigih dan Alin. Leara menghidupkan motornya, kemudian menarik gas perlahan. Alhamdulillah bisa langsung jalan. Tapi di sepanjang perjalanan menuju kos, dia menahan rasa sakit di siku kirinya. Sepertinya dia gak jadi antar adik kosnya ke rumah sakit. Bahkan sekarang dirinya sendiri juga membutuhkan sakit. Meskipun sakitnya beda. Akhirnya sampai juga ke kos. Langsung Leara ke kamar mandi, membasuh badannya dan membersihkan lecet kecil di telapak tangannya. Rebahan dululah di kasur sambil mengoles dengan minyak urut pelan-pelan di area siku kirinya yang semakin nyut-nyutan. Alhamdulillah sudah agak mendingan, karena sekarang berganti dengan rasa panas sriwing-sriwing dari minyak urut. Leara merenungi nasibnya hari ini. Tadi pagi bahagia habis terima honor survei eh siangnya malah dikasih sakit sama Allah. Pertanda apa ini. Sepertinya teguran buat bersedekah, nyisihin rizki uang honor survei.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN