30 Aidil berdiri dengan d**a berdegup di teras rumah Rumaisha. Ada rasa yang berdebar halus dalam dadanya saat Sepoi angin membelai wajahnya. Rumaisha tidak mengajaknya masuk ke dalam rumah. Dia membiarkan Aidil menunggu di luar dengan secangkir kopi panas dan sepiring pisang goreng hangat dan singkong keju. Selintas Aidil menangkap Rumaisha mengintip di balik tirai jendela rumahnya sejenak setelah beranjak ke dalam dan menerima panggilan kakak perempuan nya. Aidil tidak menangkap pembicaraan mereka dengan jelas. Tapi samar dia menangkap nada hangat dalam pembicaraan mereka. Bisa dipastikan Rumaisha tumbuh dalam keluarga yang saling menyayangi dan penuh cinta. Aidil kini mengerti mengapa pribadi Rumaisha begitu mempesona dan membuatnya jatuh hati, bahkan jauh sebelum prahara rumah tangga

