29 Suasana mendadak panik. Letia tampak tergeletak dengan pelipis berlumuran darah. Arka juga tampak panik, Mama dan Diana apalagi. Mama tampak gemetar sambil memegang pajangan yang tadi dia ambil dan digunakan untuk memukul kepala Letia. "Ada apa, Mama! Kenapa ini bisa terjadi?" Suara Arka gemetaran, berusaha meneliti wajah dan kepala Letia yang tergeletak seperti pingsan. Kening Letia berdarah dengan luka yang terlihat jelas. "Mama, mengapa bisa emosi seperti ini? Urusannya bisa berabe." Diana yang berdiri tidak jauh tampak bersungut. "Kamu juga, Diana. Bukannya bikin hatiku tenang malah manas-manasi." Mama mendelik ke arah putrinya. "Bukan begitu, mengapa Mama emosinya kebablasan? Gak usah mukul sampai berdarah. Bagaimana kalau urusan ini akan panjang?" Diana kembali melanjutkan ka

