28 "Kamu..." Arka mendesis. Matanya tajam ke arah tangan Letia yang menggenggam serpihan kaca. Pria itu tampak terpaku menatap senyum perempuan yang sempat membuat separuh akal warasnya pergi. Senyuman Letia tidak lagi manis, tapi menakutkan. Senyum yang mengabarkan kalau dia menyimpan sebuah rencana besar yang mengerikan. Rencana busuk yang penuh racun dan kepalsuan. "Betul, Kamu mau apa, hah?" Diana yang ikut menyaksikan tampak ikut melotot ke arah Letia. Paras gadis itu sejenak memucat saat Letia mendekatkan serpihan kaca itu pada lehernya sendiri. Ya Allah, mau apa dia? Arka menggigil. "Ka-kamu mau ap, Letia?" "Aku mau apa? Bukan urusanmu. Percuma juga aku bertahan. Aku sudah jatuh miskin, aku juga sudah tidak kamu percayai. Kamu lebih percaya pada orang orang-orang yang menghasutm

