Lia dan Alga sudah duduk disofa ruang tamu ditemani dengan suguhan cokelat hangat dan sepiring kue brownies buatan Irla. "Lia diminum," kata Alga yang duduk disingle sofa. Lia mengangguk dan tersenyum, "Iya Bang, makasih." kata Lia lalu menyeruput cokelat hangat itu. Setelah Lia meletakkan lagi gelas melamin berwarna hijau itu keatas meja, Alga bertanya, "Lia, kenapa sama Iluvia?" Lia merubah raut wajahnya menjadi suram, "Lia juga nggak tau Bang kenapa Iluvia bisa ilang kabar gini, seakan dia marah sama Lia. Dan sekarang Lia harus bicara sama Iluvia. Abang izinin ya Bang? Lia mohon, Lia harus selesaiin ini semua, Lia nggak mau dieman lama-lama sama Iluvia." katanya dengan lirih. Alis Alga terangkat, "Hm, oke. Memang terakhir ada masalah apa?" Lia menghela napas panjang. Ia bercerita

