Malam yang dingin, mewakili perasaan Arkan yang begitu digerutuki rasa bersalah. Ia menyesal, dengan kejadian beberapa tahun yang lalu, yang telah membuat Stefan -Ayah kandungnya- meninggal dunia dengan latar belakang yang cukup s***s. Alfara yang kerap disapa Fara -Ibu kandung Arkan- memasuki kamar anak semata wayangnya itu dan ia temui Arkan yang tengah bersandar didinding balkon kamarnya. Fara duduk disamping Arkan, lalu ia menarik kepala Arkan kedalam dekapannya. "Anak Mama gak boleh sedih terus, ya?" Fara sangat hafal jika Arkan tidak keluar kamar seharian atau sehabis pulang sekolah tidak keluar kamar hingga larut malam, itu tandanya Arkan tengah merindukan Stefan. Arkan meneteskan air mata, ia benar-benar lemah. "Arkan kangan Papa, Ma." ujarnya dalam dekapan Fara. Fara mengelus

